Cara Memilih Sound System Lapangan yang Bagus

Cara Memilih Sound System Lapangan yang Bagus post thumbnail image

Halo Sobat Betavo, Apa kamu pernah menghadiri acara di lapangan terbuka—seperti upacara, konser kecil, lomba 17-an, atau pengajian—namun suara terdengar pecah, tidak jelas, atau bahkan tidak terdengar sama sekali di bagian belakang? Masalah ini hampir selalu berakar pada pemilihan sound system lapangan yang kurang tepat loh.

Lapangan terbuka memiliki tantangan unik: area luas, tidak ada pantulan dinding, gangguan angin, hingga kebisingan lingkungan sekitar. Karena itu, sound system indoor tidak bisa serta-merta digunakan untuk outdoor. Artikel ini akan membahas cara memilih sound system lapangan yang bagus, lengkap, praktis, dan mudah dipahami, agar Anda tidak salah investasi dan acara berjalan sukses.

Pertanyaannya nihh sobat betavo , bagaimana cara memilih sound system lapangan yang bagus, bertenaga, dan sesuai kebutuhan? Artikel ini akan mengulas secara komprehensif dan sistematis, mulai dari aspek teknis hingga tips praktis di lapangan, agar Anda tidak salah investasi.

sound system lapangan

1. Memahami Kebutuhan dan Skala Sound System Lapangan

Langkah pertama yang sering dilewatkan adalah mengukur kebutuhan nyata.

Hal yang perlu ditentukan sejak awal:

  • Luas area lapangan (kecil, sedang, atau sangat luas)

  • Jumlah audiens (50, 200, 500, atau ribuan orang)

  • Jenis acara (pidato, musik, olahraga, hiburan)

  • Durasi penggunaan (sebentar atau seharian penuh)

👉 Tips praktis:
Untuk lapangan desa dengan audiens ±300 orang, minimal dibutuhkan speaker dengan total daya 2000–4000 watt RMS agar suara tetap menjangkau area belakang.

2. Pilih Jenis Speaker yang Tepat untuk Outdoor

Speaker adalah “ujung tombak” sound system lapangan.

Jenis speaker yang direkomendasikan:

  • Speaker aktif (powered speaker)
    Cocok untuk setup cepat dan praktis, karena sudah memiliki amplifier bawaan.

  • Speaker pasif + power amplifier
    Lebih fleksibel dan bertenaga untuk lapangan besar, tapi butuh teknisi yang paham.

Karakter speaker lapangan yang bagus:

  • Daya besar (RMS, bukan PMPO)

  • Sudut sebar suara lebar

  • Box kuat (plywood tebal atau plastik ABS heavy-duty)

3. Perhatikan Daya (Watt) dan Sensitivitas Speaker

Banyak orang terjebak angka watt besar di brosur, padahal sensitivitas (dB) justru lebih menentukan keras-tidaknya suara.

  • Sensitivitas tinggi (≥95 dB) → suara lebih keras dengan daya sama

  • Watt RMS realistis → performa stabil, tidak cepat panas

📌 Contoh:
Speaker 1000 watt RMS dengan sensitivitas 98 dB sering terdengar lebih keras daripada speaker 1500 watt RMS dengan sensitivitas 92 dB.

4. Gunakan Power Amplifier yang Seimbang

Jika Anda memilih speaker pasif, maka power amplifier wajib diperhatikan.

Tips memilih amplifier:

  • Daya amplifier idealnya 1,5–2x daya RMS speaker

  • Pilih amplifier dengan sistem proteksi panas dan short

  • Gunakan merek yang sudah teruji untuk pemakaian outdoor

Kesalahan umum: amplifier terlalu kecil → suara clipping dan speaker cepat rusak.

5. Mixer Audio: Kontrol Suara Lebih Profesional

Mixer sering dianggap sepele, padahal perannya krusial.

Fungsi utama mixer:

  • Mengatur volume tiap mikrofon dan musik

  • EQ (bass, mid, treble)

  • Menghindari feedback (suara “ngiiiing”)

👉 Untuk lapangan, pilih mixer minimal:

  • 6–12 channel

  • Memiliki EQ 3-band atau lebih

  • Jika perlu, efek reverb untuk vokal

6. Mikrofon yang Cocok untuk Lapangan Terbuka

Mikrofon indoor sering kalah di lapangan.

Rekomendasi mikrofon:

  • Dynamic microphone (lebih tahan angin dan noise)

  • Wireless UHF untuk mobilitas MC atau pembicara

  • Gunakan windscreen untuk mengurangi suara angin

📌 Catatan penting:
Mikrofon mahal tetap bisa terdengar buruk jika setting mixer salah.

7. Kabel, Stand, dan Aksesoris Jangan Diremehkan

Banyak masalah sound system muncul bukan dari speaker, tapi dari:

  • Kabel murahan

  • Jack longgar

  • Stand speaker tidak stabil

Gunakan:

  • Kabel XLR berkualitas

  • Stand besi kokoh

  • Power extension dengan grounding

Ini investasi kecil dengan dampak besar pada kualitas suara.

8. Perhatikan Faktor Cuaca dan Ketahanan

Sound system lapangan harus siap menghadapi:

  • Panas matahari

  • Debu

  • Angin

  • Hujan mendadak

Tips keamanan:

  • Gunakan cover speaker

  • Naikkan posisi speaker dari tanah

  • Siapkan tenda kecil untuk mixer dan amplifier

9. Penempatan Speaker yang Benar di Lapangan

sound system lapangan betavo

Penempatan sering lebih penting daripada menambah watt.

Prinsip dasar:

  • Speaker menghadap audiens, bukan ke tanah

  • Tinggi speaker ±2–3 meter

  • Untuk lapangan panjang, gunakan delay speaker di tengah atau belakang

Dengan penempatan benar, suara lebih merata tanpa harus memaksa volume.

5 thoughts on “Cara Memilih Sound System Lapangan yang Bagus”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post